Analisis Film Merah Putih (2009)

Film Merah Putih merupakan sebuah film yang di Sutradarai oleh Yadi Sugandi dan dibintangi oleh Lukman Sardi yang berperan sebagai Amir, Doni Alamsyah sebagai Tomas, Dairus Sinathrya sebagai Marius, Zumi Zola sebagai Soerono, Teuku Rifnu Wikana sebagai Dayan, Rahayu Saraswati sebagai Senja, Astri Nurdin sebagai Melati, serta Rudi Wowor sebagai Mayor Van Gaartner. Film ini merupakan Trilogi merdeka yang merupakan film perjuangan pertama di Indonesia dengan menggunakan Semboyan “Untuk merdeka mereka Bersatu” yang ditulis oleh Cannor Allyn Rob Allyn yang rilis pada tahun 2009.

Film ini menceritakan sebuah perjuangan para Perwira Indonesia yang melawan Belanda dengan Lukman Sardi yang berperan sebagai Amir yang merupakan tokoh utama yang mendapatkan gelar Letnan. Mulanya Amir merupakan seorang Guru yang kemudian mendaftar menjadi seorang Perwira. Amir mengikuti Latihan Militer disebuah Barak Bantir di Semarang Jawa Tengah. Pada suatu Ketika kampung tempat tinggalnya diserang oleh tentara Belanda yang menyebabkan para Perwira Indonesia mati terbunuh, kecuali Amir, Tomas, Marius, Dayan.

Mereka meminta para penduduk kampung untuk mengungsi di Bukit Timur akan tetapi Kepala Desa tersebut menolak untuk mengungsi hingga pada akhirnya penduduk kampung itu diserang oleh tentara Belanda dan di Bunuh. Yang tersisa hanyalah Pak Gunaryo yang merupakan seorang petani yang pada saat kejadian itu sedang di ladang bersama anak laki lakinya. Bertepatan pada saat itu. Amir menunjukkan peta yang dibuatnya semalam kepada mereka semua. Sehingga mereka menemukan strategi untuk melawan Belanda. Dari peta tersebut diketahui bahwa Belanda akan menuju ke Selatan yang dimana itu merupakan sebuah lautan. Mereka tidak bisa melawan Belanda karena mereka hanyalah para Perwira yang tersisa yang beranggota 4 orang, kemudian Pak Gunaryo menawarkan bantuan kepada para Perwira dengan menawarkan anak laki lakinya untuk membantu. Dimana Pak Gunaryo memiliki 7 anak laki laki yang siap untuk membantu. Mereka membagi menjadi beberapa tim seperti penyamar, pengintai, penembak, mereka menggunakan bekal senjata seadanya yang mereka punya. Tujuan mereka adalah menghentikan perjalanan tentara Belanda untuk menuju ke arah Selatan yang merupakan Lautan dengan cara Amir memerintahkan kepada Dayan untuk mengintai di pohon, serta Marius dan Tomas untuk memasang Kaliber 50 ditepi tebing. Kemudian mereka mulai melawan dengan cara menyamar menjadi pengembala kambing dan pada saat itu salah satu dari anak Pak Gunaryo menyusup ketepi mobil tentara Belanda untuk memasukkan bom kedalam mobil secara diam diam. Setelah anaknya Pak Gunaryo yang menyamar sebagai pengembala kambing itu di usir oleh tentara Belanda Amir, Marius, Tomas, Dayan serta anak anak dari Pak Gunaryo mulai menyerang secara perlahan, mereka menembak tangki yang berisi bahan bakar yang merupakan bekal untuk perjalanan tentara Belanda menuju ke arah Selatan yang merupakan Lautan. Mereka membakar habis semua peralatan perang dan membantai habis para tentara Belanda hingga mereka hanya menyisakan Perwira Belanda yang dimanfaatkan untuk mencari tau kemana armada tentara Belanda pergi selanjutnya.

Film Merah Putih ini merupakan sebuah cerita yang diambil berdasarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tahun 1947 yang pada saat itu merupakan terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda untuk menyerang jantung dari pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah yang kemudian mereka berperang sebagai tentara gerilya dipedalaman yang didalamnya terjadi konflik karena perbedaan sifat, status sosial, etnis, budaya serta agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Rindu Akaramu

Review Mata Kuliah Bahasa Indonesia